Hujan di 14 February.
Ada apa dgn hujan di 14 February?…
Tanpa dugaan yg mendalam.
Aku mencoba untuk menengok keluar, rupanya cuaca sangat bersahabat.
Namun tanpa sebab akibat.
Tiba2 aku bingung bodoh2.
Jacket. Sepatu mengkilat.
Kacamata hitam tak lagi menjadi Tatapan ku. Berusaha mondar mandir keliling rumah saja
Aku disangkah lagi stress
30 menit berlalu Begitu cepat. Kucoba buka pintu Kamar, Ternyata dia telah menanti. Aku masuk dgn begitu kesal. Namun dia hanya berbaring seolah siap Dan pasrah di peluk.
Ah… Aku tak mungkin tidur disamping dia….
Sebab dia begitu menggoda untuk di dekati.
Tiba2 hujan turun dgn deras..
Senang. Ragu. Entah apa yg akan terjadi. Dia telah berbaring dgn Kain yg menutupi tubuhnya.
Kutatap begitu lama. Kubuka sepatu. Jacket. Celana panjangku. Dan Baju kameja.
Ku mendekati dia yg sudah dari tadi berbaring menunggu.
Aku terjebak hujan “dalam diam Aku berkata”. Mungkin ini harus terjadi. Aku langsung membuka Kain lalu Aku dekatkan dalam pelukanku. Pelan2 Aku menutupi Kain Dan ku genggam di erat2, Meskipun dia itu hanya bantal pelok. Karna Hujan terpaksa ku pelok. Dan
Tidurlak Aku.. Tak bisa kemana2 Karna hujan….